Logo fotofilio

Mohon Menunggu...

Jenis Kamera Analog Menyenangkan Proses Fotografi

Jenis Kamera Analog Menyenangkan Proses Fotografi

Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan kekinian tengah menembus berbagai macam aspek kehidupan, hal itu tentu dapat kamu rasakan dari hal yang sederhana melalui gaya hidup kekinian atau fashion mode yang terbaru. Akan tetapi fakta tersebut nyatanya tidak berlaku bagi alat perekam gambar yaitu kamera. Ya, peredaran produk kamera digital tidak mempengaruhi keberadaan kamera analog di pasaran fotografi, khususnya di Indonesia. Selain itu didukung pula dengan daya beli konsumen kamera analog yang masih tinggi.

Demam kamera analog kembali merebak di industri kamera seperti di Indonesia, dengan demikian beberapa produsen kamera digital pun kembali memproduksi kamera analog dalam jumlah yang cukup banyak. Buat kamu yang ingin menekuni dunia pemotretan atau memulai hobi baru dengan kamera analog, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui jenis kamera analog untuk menambah pengetahuan soal kamera.

Jenis-Jenis Kamera Analog

Sejak dahulu produsen fotografi memproduksi beberapa jenis kamera yang memiliki fungsi dan beragam keunggulan. Tentu saja untuk memudahkan penggunaan dan inovasi terbaru pada masanya. Simak beberapa jenis-jenis kamera yang berasal dari beberapa produsen kenamaan dunia berikut ini:

1. Instan Kamera

Pada masanya jenis kamera satu ini sempat menjadi pilihan terbaik untuk kebutuhan memotret guna kepentingan dokumen. Keunggulan kamera instan terdapat pada kecepatan mencetak gambar. Produsen terkemuka yang memproduksi kamera instan adalah Polaroid, Kodak dan Fujifilm.

2. Kamera Point and Shoot

Versi analog dari kamera ini memiliki fungsi fotografi yang mudah untuk digunakan para pecinta fotografi. Biasanya kamu akan menemukan ukuran film sebesar 35mm dan Olympus MJU II menjadi salah satu produk kamera analog terkenal di masanya.

3. Kamera Pin Hole

Kamera Pin Hole atau Lubang Jarum merupakan salah satu produk fotografi sederhana. Kamera jenis ini mengandalkan sebuah lubang seperti jarum untuk mengabadikan foto. Holga dan Lomo sebagai salah satu produsen kamera analog yang memproduksi kamera Pin Hole.

4. Kamera Medium Format

Jenis kamera analog ini dapat digunakan sesuai dengan film yang dibutuhkan. Biasanya menggunakan ukuran film sebesar 110mm. Bentuknya bermacam-macam, bisa berupa range finder dan twins lens reflex. Produsen fotografi yang terkenal memproduksi kamera jenis ini adalah Mamiya dan Hasselblad.

5. Kamera Single Lens Reflex (SLR)

Jenis kamera satu ini merupakan perwujudan kamera DSLR dalam bentuk analog, yakni menggunakan film. Kombinasi segitiga Eksposur yang tepat akan membuat Anda mendapatkan gambar terbaik. Biasanya setiap produk telah dilengkapi fitur Autofocus dan Internal Lightmeter.  Kamera dari brand Pentax K1000 merupakan jenis kamera analog yang menjadi favorit bagi setiap pecinta fotografi.

6. Kamera Range Finder

Sesuai namanya, jenis kamera satu ini membidik objek gambar menggunakan viewfinder untuk menemukan titik fokus. Kamu tidak perlu mencari fokus dengan teliti ataupun intensitas cahaya, sebab kondisi tersebut merupakan kelebihan dan seni tersendiri untuk kamera range finder. Canonet G-III QL 17 menjadi salah satu brand produk fotografi yang baik dengan fitur viewfinder.

7. Kamera Twins Lens (TLR)

Kamera ini menggunakan dua jenis lensa sekaligus untuk kegiatan memotret, satu lensa berfungsi sebagai jendela bidik sedangkan satu lensa lainnya untuk menangkap citra yang tepat. Kamera Rolleiflex menjadi salah satu koleksi kamera analog yang dilengkapi dengan 2 lensa.

Harga Kamera Analog

Membahas soal harga yang dibanderol untuk sebuah kamera analog tentu saja bervariatif. Tergantung harga, keunggulan dan brand itu sendiri. Kamu bisa mendapatkan satu unit kamera analog dengan harga mulai dari ratusan ribu saja atau bahkan hingga puluhan juta rupiah. Tentukan terlebih dahulu fungsi kamera analog yang kamu butuhkan, supaya bisa memperkirakan sejumlah nilai yang harus dikeluarkan.

Tips Memotret dengan Kamera Analog

Setelah mengetahui beberapa jenis kamera analog, kini saatnya kamu melakukan beberapa tips mudah untuk memotret dan menghasilkan sebuah potret dengan nuansa Jadul dengan kamera analog.  Simak penjelasan selengkapnya berikut ini:

· Memiliki Kamera Analog

Kamu berniat untuk mengawali hobi bahkan karir terbaru dengan kamera analog, dengan demikian memiliki kamera analog menjadi poin pertama yang sangat penting. Gunakanlah kamera lama yang tersimpan dalam lemari di rumahmu atau bisa membelinya di toko-toko tertentu.

 Beberapa seri tertentu mungkin saja tidak bisa ditemukan dalam kondisi baru karena produsen tidak memproduksi ulang. Akan tetapi meskipun dalam kondisi bekas pakai, kamu masih berkesempatan mendapatkan kamera yang bagus dengan harga sangat terjangkau, mulai dari ratusan ribu saja tanpa mengurangi esensi memotret dengan kamera analog.

 Kamu tidak perlu khawatir soal bodi lecet pada kamera analog bekas pakai, biasanya kondisi tersebut akibat lamanya pemakaian namun tidak mengganggu fungsi utama dan bahkan bisa diperbaiki.

 · Tahu Teori Fotografi Analog

Selanjutnya kamu mengetahui beberapa teori dasar dalam fotografi menggunakan kamera analog. Komposisinya adalah menyeimbangkan Exposure atau segitiga fotografi yang terdiri dari Aperture, Shutter Speed dan ISO/ASA.

o  Aperture adalah bukaan diafragma yang terdapat pada lensa kamera, berfungsi mengatur jumlah cahaya untuk menghasilkan gambar yang diinginkan.

o  Pengertian Shutter Speed dalam makna sempit adalah rana yang berupa tirai di depan kamera. Dengan demikian Shutter Speed berarti lamanya rana ataupun sensor kamera untuk melihat objek foto.

o  ISO/ASA dalam fotografi adalah kemampuan sensitifitas cahaya. Semakin besar ISO kamera maka semakin besar pula cahaya dan sensitifitas yang dihasilkan.

 · Menemukan Film Kamera yang Tepat

Gulungan film menjadi salah satu komponen penting dalam kamera analog untuk menghasilkan gambar yang bermacam-macam. Dengan demikian kamu harus menemukan jenis film yang tepat melalui banyak percobaan. Film kamera bisa berupa film berwarna maupun hitam putih dengan beberapa ukuran format beragam, mulai dari ukuran 35 mm dan 120 mm. Hasil potret akan berbeda-beda tergantung jenis film atau jenama yang digunakan.

 · Segera Cuci Foto

Perbedaan semua jenis kamera analog dengan kamera digital adalah soal preview sebelum pencetakan gambar itu sendiri. Kamera analog perlu melalui proses pencucian film terlebih dahulu sebelum melihat hasil gambar, sedangkan kamera digital bisa dilihat atau preview sebelum gambar dicetak pada ukuran tertentu. Segera lepaskan gulungan film dari kamera setelah digunakan dan cuci foto yang telah dipotret untuk menghindari kerusakan kamera dan gambar itu sendiri.

 · Tahu Tempat Reparasi

Keberadaan kamera analog saat ini umumnya tidak didukung dengan spare part atau bengkel resmi oleh berbagai jenama kamera. Dengan demikian kamu harus mengetahui dimana tempat terbaik untuk memperbaiki apabila suatu hari kamera mengalami kerusakan.

Demikian penjelasan mengenai kamera analog yang bisa kamu pilih dan digunakan meskipun di era digital. Tema Vintage dari berbagai aspek seperti menggunakan beragam jenis kamera analogkini sedang digandrungi kembali oleh para kaum millenial. Sehingga tidak ada salahnya untuk mencoba hal baru, bukan? Selamat mencoba!