Trik Tingkatkan Penjualan Usaha Kuliner Lewat Foto Produk Makanan

Oleh

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Trik Tingkatkan Penjualan Usaha Kuliner Lewat Foto Produk Makanan
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Menggunakan foto produk makanan yang tepat, menarik, dan menggugah selera merupakan salah satu kunci penting digital marketing usaha kuliner.

Di era serba digital sekarang ini, promosi dengan media dan cara konvensional sudah kurang efektif. Dibutuhkan langkah-langkah agar promosi lebih tepat. Sehingga angka penjualan juga akan meningkat. Terutama untuk usaha kuliner.

Usaha kuliner memang menjadi salah satu bidang paling banyak digeluti dalam beberapa tahun terakhir. Kemudahan kanal untuk memulai usaha kuliner. Ditambah dengan semakin meningkatnya minat pembeli menjadi alasan. Selain itu juga ada berbagai rupa makanan yang kian menggeliatkan bidang usaha satu ini.

Geliat usaha kuliner juga tidak terlepas dari promosi. Bukan sembarangan promosi konvensional seperti dari mulut ke mulut atau cara-cara lain. Melainkan promosi dengan strategi digital marketing. Teknik pemasaran yang dilakukan secara digital.

Pasti sudah bisa membayangkan, bukan? Konsumen akan membuka media sosial dan melihat deretan makanan yang terlihat lezat. Rasa tertarik pun akan muncul, yang membuat konsumen ini lantas mengakses profil media sosial, website, bahkan juga toko online di marketplace. Transaksi pun berlangsung. Bila hal tersebut terus terjadi, maka angka penjualan juga akan mengalami peningkatan.

Jadi apa yang menarik perhatian konsumen sehingga mereka memutuskan melakukan transaksi di usaha kuliner tersebut? Ya, tepat sekali! Foto produk makanan yang menarik!!

Di usaha kuliner, foto produk makanan aesthetic menjadi salah satu bagian dalam digital marketing. Bahkan bisa dikatakan, ini menjadi senjata dalam menarik perhatian konsumen sampai memutuskan untuk membeli makanan tersebut. Istilahnya, membuat konsumen jatuh cinta pada produk makanan melalui dari mata turun ke hati. Foto makanan yang menarik sudah tentu akan menjadi daya tarik bagi konsumen.

Agar lebih jelas mengenai kaitan antara foto produk makanan ringan dengan meningkatkan penjualan untuk usaha kuliner. Berikut ini kami berikan ulasan sekaligus trik-trik terbaik.

Langsung simak pembahasan dan triknya di bawah ini.

5 Trik Tingkatkan Penjualan Usaha Kuliner Lewat Foto Produk Makanan

Digital marketing merupakan satu hal yang wajib dipahami pelakon bisnis saat ini. Tidak hanya untuk usaha kuliner. Nyaris semua bentuk dan bidang usaha akan berkaitan dengan digital marketing.

Dalam usaha kuliner, digital marketing akan membantu memperluas jangkauan konsumen. Terutama dengan kemudahan adanya marketplace, aplikasi pesan antar, dan sebagainya yang akan menjadi penghubung antara penjual dan konsumen. 

Misalnya saja bila dengan pemasaran konvensional menggunakan flier atau baliho akan menggaet konsumen di daerah tersebut. Maka digital marketing melalui media sosial dan website yang menggunakan foto produk makanan menarik akan memperkenalkan usaha kuliner ke konsumen lebih luas.

Berikut merupakan trik memaksimalkan foto produk makanan kemasan untuk meningkatkan penjualan.

1. Atur Presentasi Sajian Makanan 

Menarik atau tidaknya sebuah foto kuliner ditentukan berbagai aspek. Seringnya aspek ini justru tidak berkaitan dengan gear atau peralatan canggih yang digunakan untuk memotret. 

Sebaliknya cara foto produk makanan agar menarik justru ditentukan dari presentasi hidangan tersebut sendiri. Tidak salah bukan bila para chef sangat terobsesi menghadirkan presentasi makanan yang cantik?

Presentasi makanan menentukan kualitas, seni, sampai rasa. Sepertinya konsumen juga akan mudah ilfil bila hidangan yang ditampilkan di foto tidak memiliki presentasi menarik. 

Atur sedemikian rupa agar presentasi produk kuliner menggugah selera. Perhatian komposisi warna, garnish, sampai kerapian elemen yang digunakan dalam makanan. Garnish yang digunakan pun pastikan tidak terlalu berlebihan, ya!

2. Komposisi Warna yang Sesuai

Salah satu elemen penting dalam digital marketing adalah visual. Konsumen akan dipikat dengan visual yang cantik dan menggoda. Namun juga sesuai serta tepat.

Seni visual ini menjadi alasan mengapa harus mencari jasa foto produk makanan terbaik.

Agar penjualan usaha kuliner meningkat, penjual harus mampu menarik hati konsumen. Mulai dari melalui lidah dengan menghadirkan hidangan bercita rasa lezat. Sampai tampilan yang sama menggoda. Tampilan menggoda ini bisa dihadirkan dengan pemilihan komposisi warna yang sesuai.

Komposisi warna memegang peranan krusial untuk foto produk makanan bagi digital marketing usaha kuliner. Warna yang dihadirkan dalam foto makanan harus menggoda minat konsumen. Sekaligus sesuai dengan cita rasa sampai image usaha kuliner itu sendiri.

Contohnya saja seperti ini. Makanan bercita rasa pedas akan identik dengan warna merah. Sehingga konsumen ketika melihat foto makanan berwarna merah yang terbayang adalah rasa pedas. Begitu pula dengan makanan segar yang lekat dengan warna hijau maupun kuning.

Usaha kuliner dengan image untuk makanan super pedas juga akan cocok menggunakan komposisi warna merah dan hitam. Sedangkan untuk rasa manis mungkin bisa warna-warna pastel seperti pink.

Target konsumen juga menjadi pertimbangan lain dalam menggunakan komposisi warna di foto produk makanan ringan. Sehingga penting sekali benar-benar memahami mengenai targeting pasar agar bisa mengambil foto produk yang tepat sasaran.

3. Kenali Pasar dan Target Konsumen

Seperti disebut di atas, targeting untuk mengenali pasar konsumen merupakan langkah krusial. Pengusaha kuliner harus tahu siapa pasar yang dituju dari usaha mereka.

Tidak sekedar mengetahui tujuan pasar saja; seperti konsumen untuk minuman boba ditargetkan pada remaja putri. Pahami betul mengenai rentang usia konsumen, kebiasaan dan gaya hidup, sampai apa yang mereka sukai. Sehingga nantinya jasa foto produk makanan bisa mengambil gambar yang tepat.

Mari kita ambil contoh untuk produk minuman boba yang sedang menjadi tren. Sasaran konsumen untuk produk ini merupakan remaja putri, dengan usia antara 15 sampai 25 tahun. Konsumen ditargetkan berasal dari kelas menengah, sehingga harga produk bisa menyesuaikan.

Kebiasaan konsumen di kelas ini akan menikmati minuman boba ketika hang out bersama teman atau orang tersayang. Sering juga membeli boba sebagai bentuk penyemangat atau reward untuk diri sendiri.

Nah, dari target konsumen tersebut foto produk makanan bisa disesuaikan. Misalnya foto produk diambil dalam ambience café dan menunjukan para remaja yang sedang seru berkumpul. 

Bisa juga foto produk makanan aesthetic diambil dengan estetika yang sedang trend saat ini. Begitu juga dengan komposisi warna yang digunakan dalam foto harus menyesuaikan.

Agar hasil foto produk maksimal untuk meningkatkan penjualan, penting mendalami lebih dulu target konsumen yang dituju.

4. Foto Produk yang Bercerita

Tren untuk foto produk makanan terus mengalami pergeseran. Dalam strategi digital marketing, engagementdengan konsumen memegang kunci penting pada penjualan.

Ada berbagai cara agar bisa meningkatkan engagement untuk digital marketing. Mulai dari interaksi dengan audiens. Sampai dengan konten yang mampu memancing interaksi itu sendiri.

Disinilah peran dari foto produk makanan kemasan yang bercerita.

Atur foto produk agar mampu bercerita; mampu menarik audiens untuk tenggelam ke dalam cerita yang dihadirkan. Trik satu ini memang lebih sulit dari daftar yang ada di atas. Namun bukan berarti tidak mungkin. 

Cerita pada produk bisa disisipkan secara tersirat melalui tampilan di latar belakang. Bisa juga produk hanya tampil candid dengan scene cerita lebih mencolok.

Misalnya saja untuk contoh produk minuman boba di atas. Foto yang menunjukan kebersamaan sekelompok teman ditemani minuman boba dengan setting perpisahan sekolah sudah pasti akan memiliki cerita sendiri. Bisa juga bagaimana minuman boba dihadirkan sebagai hadiah setelah mencapai pencapaian tertentu. Seperti selesai sidang skripsi, mendapat nilai tertinggi, dan sebagainya.

Foto produk makanan yang mampu menghadirkan cerita juga tidak sekedar meningkatkan engagement saja. Konsumen akan secara tidak sadar mengaitkan cerita tersebut dengan pengalaman mereka sendiri. Sehingga akan memunculkan keterikatan pada produk makanan tersebut.

5. Foto Produk Sesuai Branding

Satu hal lain lagi yang berkaitan erat dengan digital marketing adalah branding. Branding merupakan cara untuk membuat sebuah produk memiliki ciri khas untuk dikenal oleh konsumen. Pembeda antara produk tersebut dengan lainnya.

Branding sudah tentu akan berkaitan dengan penjualan. Memiliki branding yang tepat akan membantu usaha kuliner dikenal serta diingat oleh konsumen. Sehingga pastinya akan ada transaksi penjualan yang didapatkan.

Menentukan branding dipengaruhi berbagai faktor berbeda. Mulai dari target konsumen, produk, sampai visi dan misi yang digunakan. Nantinya foto produk makanan akan menjadi salah satu penentu untuk branding. Keduanya harus bersinergi dengan tepat.

Bila sebuah produk mengusung branding sebagai ramah lingkungan, misalnya. Maka foto produk makanan kemasan yang digunakan pun harus menunjukan branding tersebut. 

Baik dengan props yang digunakan dalam foto, pemilihan latar belakang, sampai scene dan tema yang diangkat. Begitu pun bila produk makanan menggunakan branding sebagai produk elegan, berkelas, dan classy. Foto produk yang diambil harus menggambarkan dengan tepat.

Foto produk untuk branding ini juga berkaitan dengan rasa yang akan ditonjolkan. Mengingat cita rasa dominan bisa pula menjadi branding tersendiri. Sebut saja seperti produk keripik kemasan yang memiliki branding cita rasa sangat pedas.

Sesuai dengan branding tersebut, komposisi warna pada foto produk makanan ringan, sudut pengambilan gambar, sampai latar harus menggambarkan rasa pedas. Keterkaitan ini penting demi digital marketing yang sukses.

Menentukan branding untuk produk bukan perkara mudah. Memastikan produk dikenal dengan branding tersebut juga menjadi tantangan lain yang tidak kalah rumit. Bahkan bagaimana membuat konsumen mengenal branding tersebut pun merupakan pe-er tersendiri.

Foto produk makanan aesthetic yang sesuai dengan branding merupakan langkah untuk mencapai tiga hal tersebut. Foto produk yang menunjukan komposisi warna merah, prop cabe, bahkan scene orang kepedasan akan membuat konsumen mengingat bahwa makanan tersebut memiliki rasa pedas. 

Begitupun dengan tampilan foto minimalis, dengan latar putih, dan tampilan estetik akan memberikan imagebranding yang modern, bersih, dan trendi.

Sebaiknya memang sebelum melakukan digital marketing, ketahui dulu target pasar dan branding apa yang ingin dicapai. Selanjutnya baru wujudkan dalam foto produk makanan yang tepat.

Untuk meningkatkan penjualan usaha kuliner, jasa foto produk makanan memiliki peran besar. Terutama kaitan dari foto produk tersebut dengan digital marketing untuk memasarkan makanan.

Trik-trik untuk foto produk makanan di atas, bisa digunakan demi memaksimalkan strategi pemasaran digital. Baik itu dengan cara menggunakan foto produk makanan dengan komposisi warna yang sesuai untuk branding. Hingga secara tepat menggunakan untuk mencapai target konsumen.

Semoga ulasan dan trik di atas bermanfaat bagi Anda, ya! Salam sukses!